Peduli Yatim Tanpa Panti

Lazismu Kota PekalonganMendirikan rumah pengasuhan Yatim merupakan bagian program utama Muhammadiyah sejak kelahirannya. Maka tidak heran jika disetiap Kabupaten/ Kota dapat dijumpai Panti Yatim baik di kelola oleh Muhammadiyah ataupun ‘Aisyiyah. Di panti yatim anak akan mendapatkan hak asuh kasih sayang, lingkungan yang baik dan pendidikan. Sebagaimana di Panti Putra Muhammadiyah Cabang Pekalongan Timur dan Panti Wismarini Aisyiyah, anak dapat mendapat hak pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

Komitmen setiap Panti Asuh Yatim Muhammadiyah-‘Aisyiyah merupakan ikhtiar mengantar anak meraih cita yang lebih tinggi. Bahkan anak panti putra Muhammadiyah Kota Pekalongan dapat mengakses jurusan kedokteran dan telah melahirkan lulusan seorang dokter. Tentu sebuah kebanggaan bagi semua pihak.

'Aisyiyah dan Kemanusiaan

Program kemanusiaan seakan tidak terpisah dari gerakan ‘Aisyiyah. Di Kota Pekalongan, gerakan Aisyiyah tidak hanya mengelola Panti Yatim Putri (Wismarini). Sejak tahun 1954 Aisyiyah Pekalongan juga melaksanakan pengasuhan anak yatim non panti/ asrama. Dimana setiap anak tetap tinggal dirumah masing2 dan mendapat hak dan pembinaan. Adapun jumlah anak yatim piatu non panti Aisyiyah Pekalongan saat ini ada 74 anak dan pernah hingga 112 anak. 

Tentu bukan jumlah dan hal yang mudah dalam pengelolaan, termasuk upaya memberikan hak menempuh Pendidikan formal. Anak-anak tersebut juga tetap mendapatkan pembinaan rutin selepan. Disamping Yatim tanpa panti, Aisyiyah Pekalongan juga memiliki program santunan rutin Dhuafa lansia hingga 186 orang.

Bersyukur Lazismu Kota Pekalongan berkesempatan menyapa 74 anak yatim non panti dan memberikan bingkisan sembako di acara pembinaan rutin, tentu dengan harapan menambah kebahagiaan. Adapun bingkisan sembako menjadi bagian program pertengahan, termasuk bingkisan takmir masjid dan kepada dhuafa yang bekerjasama dengan PDNA Kota Pekalongan. Sementara sepanjang tahun 2025 Lazismu telah menyalurkan 505 paket sembako kepada beberapa pihak seperti: teman difabel, tukang becak, penjual sayur keliling, ojek pangkalan, paket dhuafa, takmir masjid dan korban banjir Pekalongan. Juga telah dilaksanakan santunan bagi Yatim dhuafa pada Muharram Ceria 1447 H untuk 150 anak. 

Lazismu Kota juga tengah melaksanakan tahap penjajakan penerapan program Beasiswa Yatim, sebagai salah satu program unggulannya.