Peduli Bencana NTT


Sahabat Lazismu. Bangsa Indonesia Kembali berduka, Dimana pada tanggal 15 Agustus 2026, pukul 05:58 WITA, gempa bumi berkekuatan  7.7 magnitudo mengguncang wilayah lepas Pantai Pulau Flores  di Nusa Tenggara timur. Guncangan hebat berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores dan sekitarnya, merusak rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, sekolah, serta mengganggu kehidupan masyarakat. Ribuan gempa susulan juga masih terjadi setelah gempa utama.

Gempa bumi tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian mencapai 1,61 m (5 ft 3 in). Gempa bumi tersebut merupakan yang terkuat di wilayah Nusa Tenggara Timur, sejak tahun 1992.

Di tengah duka dan kehilangan, saudara-saudara kita di NTT masih berjuang untuk bangkit. Banyak keluarga harus meninggalkan rumah dan menjalani hari-hari di tempat pengungsian dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Gempa bumi tersebut memicu peringatan tsunami untuk wilayah Flores dan Sulawesi. Sekitar 2.000 orang kemudian mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir akan terjadinya tsunami. Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi ini, sementara 1.678 orang lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 81.436 rumah mengalami kerusakan, termasuk lebih dari 23.200 rumah yang rusak berat. Banyak rumah sakit di wilayah tersebut rusak atau hancur, sehingga pasien terpaksa dirawat di luar ruangan. Lebih dari 179.037 orang mengungsi, dengan 20.000 di antaranya tercatat berada di Manggarai. Keadaan darurat selama 14 hari ditetapkan di Nusa Tenggara Timur seiring dimulainya upaya penyelamatan untuk mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Respon Muhammadiyah

Muhammadiyah Jawa Tengah melalui kolaborasi tiga Lembaga: Lazismu Jawa Tengah, MDMC dan Tim Medis MPKU Jawa Tengah memberikan respon secara cepat, Dimana pada Senin 24 Agustus telah memberangkatkan relawan ke NTT untuk pelaksanaan respon bencana termasuk upaya distribusi bantuan secara langsung. Jika melihat penanganan bencana pada tahun sebelumnya termasuk bencana banjir Sumatera 2025, tim awal akan melakukan pemetaan dan respon awal, untuk kemudian disusul tim berikutnya.

Sementara Lazismu Kota Pekalongan segera melakukan publikasi open donasi bagi penanganan korban bencana NTT. Diantara kegiatan penghimpunan juga dengan memperhatikan surat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk penggalangan melalui infaq sholat jumat di setiap masjid. (dari berbagai sumber).